WELCOME TO BLOG: AMALIA FITRI PERMATASARI

Rabu, 14 September 2016

HEGEMONI MULTI-LEVEL-MARKETING



Bismillahirrahmanirrahim.
Penulisan artikel kedua terkait tugas mata kuliah Sosiologi Hukum. Kali ini akan membahas mengenai konsep dari Max Weber, bagaimana seseorang bisa dianggap sebagai tokoh atau sosok yang kharismatis dan berpengaruh terhadap orang sekitarnya? Ada 2 jawaban yakni, Hegemoni dan Dominasi. Hegemoni sendiri ialah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain tanpa ancaman sehingga ide-ide yang didiktekan oleh seseorang terhadap orang lain yang dipengaruhi dapat diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense).[1] Penaklukannya bersifat lembut. Sedangkan Dominasi adalah kemampuan seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kekuatan yang memaksa/paksaan. Biasanya dimiliki oleh seseorang yang bekuasa.
Belakangan ini di grup media sosial yang saya ‘admin’i banyak postingan yang menawarkan suatu pekerjaan sampingan online atau yang lazim disebut MLM dan titik fokus tujuannya pada kaum mahasiswa-mahasiswi baru. Begini salah satu bunyi postingannya:
Yang Mau gabung Komunitas asyuuikkk. Diajarkan public speaking,presentasi,punya banyak relasi. Yuk ikuti seminarnya GRATIS.... 
Anda juga akan dapat llmu cara SUKSES DI USIA MUDAA (bisa biaya kuliah sendiri,mandiri dan meraih impian di usia muda)
Motivator:
1. Mahasiswi Universitas xxx semester 7 Agroteknologi : Rxxx xxx
Pencapaian : Tour Asia di usia 20th
Income penghasilan ratusan-jutaan rupiah/hr
2. Mahasiswi Universitas xxx semester 7 Agroekoteknologi : Sxxx
Pencapaian: motor Mio GT (di usia 19th)
Membeli New Toyota Agya white (di usia 20th)
Beliau2 akan memberikan kunci sukses di usia muda. ideologi MAHASISWA mencari kerja...tapi membuka lapangan pekerjaan. MASA MUDA HANYA SATU KALI HARUS SPEKTAKULER
Info: ARIF Mxx
Pin 5xxx
WA 08966xxxxx5..
Tanggapan dari postingan tersebut beragam, ada yang real antusias dan ada yang hanya sekedar tanya. Anehnya, waktu saya lihat balasan komentar, kenapa bukan yang mengirim postingan yang membalas melainkan temannya yang sesama komunitas MLM tersebut. Dan balasannya simple “inbox saya mas”. Dalam hati tertawa, kenapa tidak dibuka terang-terangan mengenai tempat dan waktu lokasi seminar. Besok-besoknya lagi ada permintaan postingan hal serupa di grup tetapi sudah saya hapus postingan-postingan tersebut, demi kenyamanan grup.
Berbicara mengenai MLM di lingkungan mahasiswa atau teman-teman saya, kenyataannya memang banyak yang tertarik seperti H*I, M*S, dll. Walaupun MLM tersebut menawarkan produk, janji, propaganda, mimpi yang indah, kekayaan, kenyaman hidup, prestise, kemewahan, tamasya, kendaraan mewah, penghasilan yang luarbiasa, tamasnya keliling dunia, dan lain – lain. Ada baiknya anda simak beberapa kebohongan dibalik MLM yang ditulis oleh Robert L. Fitzpatrick is co-author with Joyce K. Reynolds ini:[2]
Kebohongan:
-    MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain.
-    MLM adalah gaya hidup baru yang menawarkan kebahagiaan dan kepuasan. MLM merupakan cara untuk mendapatkan segala kebaikan dalam hidup.
-    Sukses dalam MLM itu mudah. Teman dan saudara adalah prospek. Mereka yang mencintai dan mendukung anda akan menjadi konsumen anda seumur hidup.
-    Anda dapat melakukan MLM di waktu luang. Sebagai sebuah bisnis, MLM menawarkan fleksibilitas dan kebebasan mengatur waktu. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan pendapatan yang besar dan dapat berkembang menjadi sangat besar sehingga kita tidak perlu lagi bekerja yang lain.
Kebenaran:
-    Bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Namun, kalau toh bisnis ini lebih berkelayakan, perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar, sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini.
-    MLM tidak akan menggantikan cara-cara pemasaran yang sekarang ada. MLM sama sekali tidak bisa menyaingi cara-cara pemasaran yang lain. Namun yang lebih pasti, MLM melambangkan program investasi baru yang meminjam istilah pemasaran dan produk. Produk MLM yang sesungguhnya adalah keanggotaan (menjadi distributor) yang dijual dengan cara menyesatkan dan membesar-besarkan janji mengenai pendapatan. Orang membeli produk guna menjaga posisinya pada sebuah piramid penjualan.
-    Komersialisasi ikatan keluarga dan persahabatan yang diperlukan bagi jalannya MLM adalah unsur penghancur dalam masyarakat dan sangat tidak sehat bagi mereka yang terlibat. Mencari keuntungan dengan memanfaatkan ikatan keluarga dan kesetiakawanan sahabat akan menghancurkan jiwa sosial seseorang. Kegiatan MLM menekankan pada hubungan yang mungkin tidak akan bisa mengembalikan pertalian yang didasarkan atas cinta, kesetiaan, dan dukungan. Selain dari sifatnya yang menghancurkan, pengalaman menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali orang yang menyukai atau menghargai suasana dirayu oleh teman atau saudara untuk membeli produk.
-    Dalam MLM, semua orang dianggap prospek. Setiap waktu di luar tidur adalah potensi untuk memasarkan. Tidak ada batas untuk tempat, orang, maupun waktu. Akibatnya, tidak ada lagi tempat bebas atau waktu luang begitu seseorang bergabung dengan MLM. Dibalik selubung mendapatkan uang secara mandiri dan dilakukan di waktu luang, sistem MLM akhirnya mengendalikan dan mendominasi kehidupan seseorang dan menuntut penyesuaian yang ketat pada program-programnya. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa begitu banyak orang tenggelam begitu dalam dan akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya kepada MLM. Mereka menjadi terasing dan meninggalkan cara-cara hubungan yang lain.
Akan tetapi, disisi lain bisnis MLM ini sendiri sudah diperbolehkan. Dalam pasal 7 ayat (3) Undang Undang No.7 Tahun 2014, berbunyi “Distribusi Barang secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menggunakan pendistribusian khusus melalui sistem penjualan langsung secara: a. single level; atau b. multilevel.” Namun, bisnis yang dimaksud adalah Pelaku Usaha Distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan Barang, sebagaimana yang tertera pada pasal 9 UU No.7 Tahun 2014.
Bisnis atau usaha semacam ini cukup membooming di masyarakat dari dulu sampai sekarang. Bisnis yang memiliki pengaruh Hegemoni. Lembut dalam penawaran bergabung dan sampai pada akhirnya banyak yang memilih untuk ikut bergabung, ya walaupun mereka tahu itu bisnis apa. Teman-teman saya banyak yang kembangkempis dalam menjalankan bisnis tersebut. Karena memang yang namanya Marketing itu tidaklah mudah, kecuali mereka yang memang mahir memasarkan produk tersebut. Dan tidak lupa hegemoni iming-iming penghasilan tinggi perhari dan pekerjaan bisa dilakukan di waktu luang. Bijaksanalah dalam memilih usaha maupun bisnis, dan bijaksanalah dalam membagi waktu antara belajar dengan bisnis atau usaha.
#PS: untuk nama-nama yang disebut, saya sendiri tidak berniat menjelekkan dan mohon dibaca ulang artikel dan referensi artikel saya.


[1]  Diakses dari https://sosiologibudaya.wordpress.com/2012/04/03/hegemoni-kekuasaan-negara/ pada tanggal 13 September 2016 pukul 20:22.
[2]  Diakses dari https://m.facebook.com/notes/baju-couple-murah-cantik/10-kebohongan-dalam-bisnis-multi-level-marketing-mlm-silahkan-debat/154084621316034/ pada tanggal 14 September 2016 pukul 09:46.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar