Pelapisan
sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau
pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Yang dimaksud berlapis-lapis adalah tersusun
secara vertikal, maka ada kelas bawah, menengah dan atas.
Pada umumnya stratifikasi terdiri dari berbagai hal diantaranya:
a) stratifikasi sosial dalam bidang ekonomi
Pelapisan sosial dalam bidang ekonomi akan membedakan
penduduk masyarakat menurut penguasaan dan kepemilikan materi. Dalam pelapisan
ini, pendapatan, kekayaan dan pekerjaan akan membagi anggota masyarakat ke
dalam beberapa lapisan satau kelas-kelas ekonomi.
b) stratifikasi sosial dalam bidang politik
Stratifikasi sosial dalam bidang politik
merupakan pembagian anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang
dimilikinya. Di dalam setiap masyarakat selalu terdapat garis-garis batas yang
tegas antara penguasa dan masyarakat yang dikuasai sehingga kita mengenal
kelompok pemerintah dan kelompok rakyat yang diperintah.
c) stratifikasi sosial dalam status hal sosial
Pelapisan sosial dengan
dalam status sosial ini meliputi kedudukan dan peran. Kedua unsur ini merupakan
unsur baku dalam sistem lapisan dan mempunyai arti yang penting bagi sistem
sosial. Kedudukan adalah tempat
atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan kedudukan sosial
adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya, sehubungan dengan
orang-orang lain di dalam lingkungan pergaulannya, prestise, dan hak-hak serta
kewajibannya. Peran adalah penentu apa
yang diperbuatnya bagi masyarakat serta kesempatan-kesempatan apa yang
diberikan oleh masyarakat. Peran berfungsi untuk menyesuaikan, perilaku
individu dengan perilaku orang-orang sekelompoknya.
Stratifikasi terjadi dalam kehidupan bermasyarakat di
negeri manapun, baik yang agraris maupun
industrial, yang feodalis maupun yang kapitalis. Beberapa kriteria yang
lazim dibuat dasar pengelompokan masyarakat dalam strata-strata tertentu
adalah:
1) Ukuran kekayaan
Kekayaan dijadikan dasar pelapisan, maka
barang siapa memiliki kekayaan paling banyak ia akan menempati kelas teratas.
Kekayaan yang dimaksud antara lain bisa dilihat dari keadaan rumah yang
dimiliki, merk mobil yang dipakai, luas tanah, kebiasaan belanja, barang-barang
elektronik, logam mulia, uang dan sejenisnya.
Hal seperti ini berlaku di daerah sekitar
rumah saya. Jika diamati dalam lingkungan masyarakat saya, maka biasanya yang
paling dipercaya dalam masyarakat adalah orang yang kaya dan memiliki kelebihan
harta. Di lingkungan saya banyak sekali orang kaya, karena di sekitar rumah
saya terdapat perumahan otomatis mayoritas yang menempati rumah di perumahan
adalah orang-orang kaya. Salah satumya
ada yang memiliki dua rumah sekaligus di dalam perumahan tersebut dan apabila
diamati beliau memiliki mobil mewah Pajero Sport dan kebiasaan belanja di toko
saya pasti membeli 2 rokok Marlboro sekaligus. Juga jika diamati anaknya sering
gonta-ganti sepeda motor. Di timur rumah saya juga ada orang kaya bapak Lukman,
beliau ikut andil dalam sebuah yayasan pendirian sekolah menengah kejuruan di
dekat rumah saya juga salah satu universitas di Tulungagung. Di lingkungan saya
jika ada sebuah acara semacam genduren, atau yasinan maka keluarga
beliau tidak pernah lupa diberi berkat (jajan) dua kali lipat. Kekayaan beliau
juga banyak seperti memiliki mobil honda jazz, cr-v, mercedes benz, dan
mayoritas rumah anaknya didirikan berdekatan atau bersampingan dengan rumah
beliau.
2) Ukuran kekuasaan
Barang siapa memiliki kekuasaan atau wewenang
terbanyak maka ia akan menempati kelas tertinggi. Hal ini bisa diamati dalam
lingkungan UKM kampus saya. Misal, dalam suatu acara sebuah organisasi sebut
saja HMJ, surat menyurat terkait acara jika diamati dalam memerlukan sebuah
persetujuan acara atau penandatanganan pasti dilakukan urut mulai dari Ketua
Pelaksana Acara kemudian Sekretaris Acara kemudian Ketua HMJ kemudian Presiden
DEMA lalu bisa Wakil Dekan atau Wakil Rektor bidang kemahasiswaan. Jika di
acara kampus juga yang menduduki tempat duduk paling depan di suatu acara bersebelahan
dengan Rektor atau jajarannya biasanya juga ada Presiden DEMA atau Ketua DEMA
Fakultas padahal jika diliat secara umum status mereka juga mahasiswa sama
seperti peserta acara lainnya akan tetapi karena mereka adalah ketua atau
pimpinan daripada suatu lembaga maka mereka berhak mendapatkan surat undangan
sama seperti Rektor beserta jajarannya.
3) Ukuran kehormatan
Kehormatan dapat terkait dengan kekayaan dan
kekuasaan, tetapi bisa juga lepas darinya. Orang yang paling dihormati dan
disegani dalam masyarakat, terutama masyarakat tradisional biasanya adalah
orang yang dianggap paling tua, paling berjasa atau paling konsisten mematuhi
norma, walaupun secara struktural ia tidak mempunyai kekuasaan dan miskin
secara harta. Di dalam masyarakat, contoh figur tersebut ada pada bayan di
kelurahan saya. Beliau memang tidak memiliki harta yang melimpah seperti orang
kaya pada umumnya. Tetapi karena pengabdiannya dengan lingkungan kelurahan saya
yang sudah cukup lama beliau menjadi disegani oleh masyarakat. Ketua RT di
lingkungan saya juga seperti itu, walaupun secara finansial keluarga dia tidak
tercukupi tetapi ketika bertegur sapa di jalan dengan orang lain maka beliau
selalu disapa terlebih dahulu. Selain itu, terdapat tokoh agama yang juga
menjadi salah satu tokoh sentral dalam bermasyarakat. Pada umumnya, orang-orang
Jawa menyebut tokoh ini dengan sebutan Modin. Modin bertugas
sebagai orang yang paling diandalkan dalam setiap acara keagamaan, misalnya
dalam kegiatan pernikahan, acara pemakaman, dll.
4) Ukuran ilmu pengetahuan
Orang yang memiliki ilmu pengetahuan lebih
tinggi akan menempati strata sosial tertinggi. Ini terjadi dalam masyarakat
yang menghargai ilmu pengetahuan. Fenomena belakangan ini barangkali dapat
menjadi gambaran betapa ilmu pengetahuan kini mampu bertengger sejajar dengan
kebutuhan primer lainnya. Hal ini dapat terjadi mengingat keberadaan ilmu
pengetahuan dewasa ini menjadi sebuah hal yang urgen bagi kelangsungan
kehidupan. Faktor keberhasilan seseorang kini bukan lagi sekedar faktor keberuntungan
semata, atau mungkin dengan hanya faktor
keberanian, tapi peran ilmu pengetahuan sudah menjadi sentral dari semua
perkembangan tersebut.
Kini, kebanyakan para orang tua sudah mulai
terbuka dan mulai memperhatikan kecerdasan anaknya. Karena mereka yakin, bahwa
pendidikan tinggi akan membawa kehidupan anak-anak mereka menjadi lebih baik.
Jika sebelumnya mayoritas orangtua hanya
mengenyam pendidikan dasar, maka dari itu
para orangtua tersebut mengusahakan agar anaknya mampu mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Hal ini nampak jelas terjadi pada kampus saya,
IAIN Tulungagung. Kampus yang sejak tahun 2013 beralih status menjadi Institut
ini terus berbenah dan meningkatkan kualitas di dalamnya. Hal ini nampak terang
dalam segi perolehan jumlah mahasiswa yang kian tahun kian menanjak. Terkini,
kampus terbesar di kabupaten Tulungagung ini menerima sejumlah 4.070 mahasiswa
dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari gambaran diatas dapat dilihat
animo masyarakat, khususnya kalangan pelajar yang baru menyelesaikan pendidikan
atas, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sangat besar
sekali. Hal ini menandakan bahwa ilmu pengetahuan menempati posisi yang begitu urgent
dalam setiap kehidupan manusia.
Jadi kesimpulannya adalah bahwa stratifikasi
sosial itu terbentuk atas beberapa faktor diantaranya adalah faktor ekonomi,
sosial dan politik. Namun selain itu terdapat sumber atau dasar-dasar
pembentukan stratifikasi sosial, yakni ditinjau dari kekayaan, kekuasaan, kehormatan
dan ukuran ilmu pengetahuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar